B. Teori-teori Kognitif
1. Teori Perkembangan
Kognitif Dari Piaget
Piaget’s
theory menyatakan bahwa individu secara aktif membangun pemahaman mengenai
dunia dan melalui empat tahap perkembangan kognitif. Dua proses-organisasi dan
adaptasi melandasi konstruksi kognitif mereka mengenai dunia.
2. Teori Kognitif
Sosio-budaya Dari Vygotsky
Vygotsky
theory adalah teori kognisi sosio-budaya yang menekankan bagaimana budaya yang
menekankan kognitif. Vygotsky melukiskan perkembangan sebagai sesuatu yang
tidak terpisahkan dari aktivitas sosial dan budaya.
3. Teori
Pemrosesan-Informasi Teori pemrosesan-informasi (information processing theory)
Menekankan
bahwa individu memanipulasi, memonitor, dan menyusun strategi terhadap
informasi-informasi yang ditemui. Dalam teor ini proses memori dan berpikir
menjadi tema sentral. Menurut teori ini
proses memori dan berpikir menjadi tema sentral. Menurut teori ini, secara
bertahap remaja mengembangkan kpasitas yang lebih besar untuk memproses
informasi, dimana hal ini memungkinkan mereka untuk memperoleh pengetahuan dan
keterampilan yang kompleks.
C. Teori-teori Perilaku dan
Kognitif Sosial
Teori-teori
perilaku dan sosial kognitif menekankan peranan pengalaman lingkungan dan
perilaku yangteramati dalam memahami perkembangan remaja.
1. Behaviorisme Skinner
Behaviorisme menekankan studi ilmiah
mengenai respons perilaku yang teramati serta determinan-determinan lingkungan.
Dalam perilaku menurut B.F. Skinner (1904-!990), pikiran, kesadaran atau
ketidaksadaran, tidak dibutuhkan untuk menjelaskan perilaku dan perkembangan.
Bagi Skinner, perkembangan adalah prilaku.
2. Teori Kognitif
Sosial
Teori Kognitif Sosial menyatakan
bahwa perilaku, lingkungan, dan kognisi merupakan factor-factor penting dalam
perkembangan.
Evaluasi
terhadap teori-teori perilaku dan kognisi sosial berikut ini adalah beberapa
kontribusi yang diberikan oleh teori-teori perilaku dan kognisi sosial, sebagai
berikut:
- · Menekankan pentingnya penelitian ilmiah
- · Menfokuskan pada determinan lingkungan terhadap prilaku.
- · Menekankan pentingnya pembelajaran observasional (oleh Bandura)
- · Melibatkan factor-faktor pribadi dan kognitif (dalam leon sosial kognitif)
D. Teori Kontekstual Ekologis
Kelima
sistem dalam teori ekologis menurut Bronfenbrenner yaitu.
- · Microsystem = Situasi dimana remaja hidup. Konteks ini dapat meliputi keluarga, kawan-kawan sebaya, sekolah, dan lingkungan sekitar.
- · Mesosystem = Relasi antara dua mikrosistem atau lebih. Contohnya adalah relasi antara pengalaman keluarga dengan pengalaman sekolah.
- · Exosystem = Situasi sosial dimana remaja tidak memiliki peran aktif namun mempengaruhi pengalaman remaja.
- · Macrosystem = Budaya dimana remaja hidup. Budaya (culture) merujuk pada pola-pola perilaku, keyakinan, dan semua produk dari sekelompok manusia yang diteruskan dari generasi ke generasi.
- · Chronosystem = Pola dari peristiwa-peristiwa lingkungan dan transisi dari rangkaian kehidupan dan keadaan-keadaan sosio-historis.
Beberapa
kontribusi yang diberikan oleh teori kontekstual ekologis adalah sebagai
berikut:
- · Melakukan kajian sistematis yang bersifat makro dan mikro terhadap dimensi-dimensi dan system lingkungan.
- · Memperhatikan kaitan antara berbagai situasi lingkungan (mesosistem).
- · Mempertimbangkan pengaruh-pegaruh sosio-historis terhadap perkembangan (kronosistem)
E. Orientasi Teoritis Eklektik
Eclectic
Theoretical Orientation tidak mengikuti sebuah pendekatan teori manapun, namun
memilih dan menggunakan segi-segi yang dianggap paling baik dari masing-masing
teori. Melalui pandangan seperti ini, tidak satupun teori yang dapat sepenuhny
menjelaskan seluruh konpleksitas perkembangan remaja. Masing-masing teori
memberikan kontribusi yang berarti terhadap pemahaman kita mengenai
perkembangan remaja, namun tidak ada satu pun yang dapat memberikan deskripsi
dan penjelasan yang lengkap.
B.
Cognitive Theories
1.
From Piaget's Theory of Cognitive Development
Piaget's
theory states that individuals actively construct understanding of the world
and through the four stages of cognitive development. Two-organization and
adaptation processes underlying their cognitive construction of the world.
2.
Socio-cultural Cognitive Theory Of Vygotsky
Vygotsky's
theory is a theory of socio-cultural cognition which emphasizes how culture
that emphasizes cognitive. Vygotsky described the development as something
inseparable from social and cultural activities.
3.
Processing Theory-Information-processing theory information (information
processing theory)
Stressing
that individuals manipulate, monitor, and strategize against the information
found. In this Teor memory and thinking processes become a central theme.
According to this theory of memory and thinking processes become a central
theme. According to this theory, gradually teens develop greater kpasitas for
information processing, where it enables them to acquire the knowledge and
skills of the complex.
C.
Theories Cognitive Behavioural and Social
The
theories of social behavior and cognitive stresses the role of environmental
and behavioral yangteramati experience in understanding adolescent development.
1.
Behaviorism Skinner
Behaviorism
emphasizes the scientific study of the behavior of the observed responses and
environmental determinants. In behavior by B.F. Skinner (1904-! 990), the mind,
consciousness or unconsciousness, is not needed to explain the behavior and
development. For Skinner, the development is behavior.
2.
Social Cognitive Theory
Social
Cognitive Theory states that behavior, environment, and cognition is an
important factor-factor in the development.
Evaluation
of the theories of social behavior and cognition following are some of the
contributions made by the theories of social behavior and cognition, as
follows:
•
Emphasize the importance of scientific research
•
focuses on the environmental determinants of behavior.
•
Emphasize the importance of observational learning (by Bandura)
•
Involve personal factors and cognitive (in social cognitive leon)